Selasa, 29 Januari 2013

Misteri Yeti

Sumber: ilmutrik-tipsadribaraka.blogspot.com



Misteri Yeti
Berbicara soal pegunungan Himalaya, maka kita
tak bisa lepas dari sosok makhluk misterius
bernama Yeti. Meski keberadaannya masih
diragukan, namun penduduk desa di Himalaya dan
para pemburu di sana percaya Yeti adalah
penghuni di pegunungan Hilamaya.
Yeti atau manusia salju yang menakutkan
adalah sejenis primata besar yang menyerupai
manusia yang menghuni wilayah
pegunungan
Himalaya di Nepal dan Tibet. Nama Yeti dan
Meh-Teh umumnya digunakan secara luas oleh
masyarakat di wilayah tersebut, dan dianggap
sebagai kisah sejarah dan mitos yang masih
misterius. Orang-orang Nepal juga menyebutnya
“Bonmanche” yang berarti “manusia
liar” atau “Kanchanjunga rachyyas” yang
berarti “Iblis Kanchanjunga.”
Tahun 1832, makhluk misterius ini pertama kali
mencuat ke dunia. Ketika itu perwakilan Inggris
yang berada di Nepal bernama B.H. Hodgson
mengaku pernah bertemu makhluk dengan ciri-ciri
fisik berbulu hitam tidak berekor dan berjalan
tegak.
Ratusan tahun berselang pada 1951, pendaki
Inggris bernama Eric Shipton bahkan mensiarkan
foto-foto jejak kaki Yeti. Jejak kaki itu
panjangnya 13 inci dengan lebar 8 inci. Mulai
itulah nama Yeti mulai terkenal di dunia.
Penduduk desa di Himalaya dan para pemburu
setempat menyebutkan kalau mahluk itu pandai
menyembunyikan diri, hal itu karena habitatnya
terletak jauh dari jalur manusia.
Para pemburu di Himalaya mengatakan bahwa Yeti
bukan manusia, dan mereka juga tidak tinggal di
zona bersalju. Tempat tinggalnya adalah hutan
Himalaya yang paling tinggi, dalam kelebatan yang
nyaris tak tertembus. Di sana mahluk ini terkenal
bergerak menggunakan keempat anggota badan
atau berayun dan pohon ke pohon.
Kalau mahluk ini berkelana ke zona bersalju,
tempat pendaki gunung mungkin melihatnya atau
melihat jejak kakinya, mahluk ini berjalan tegak
dengan gaya yang canggung. Sherpa, penduduk
asli di Nepal menduga bahwa alasan mahluk ini
melintasi ladang bersalju adalah mencari lumut
yang mengandung garam yang tumbuh di batu
moraine. Ilmuan Inggris, Ivan Sanderson
mengatakan bahwa mahluk itu bukan mencari
lumut melainkan lumut kerak, yang kaya dalam
gizi.
Akhir tahun 2007 lalu, sekelompok penjelajah,
mengatakan telah menemukan bukti baru mengenai
keberadaan mahluk Yeti di Himalaya Nepal,
sehingga timbul kehebohan baru di antara mereka
yang percaya bahwa mahluk salju itu benar-benar
ada.
Para penjelajah dari serial “Destination
Truth”, mengatakan mereka menemukan tapak-
tapak kaki Yeti ketika mencoba mengungkap
misteri itu untuk film dokumenter televisi. “Kami
membawa tapak-tapak kaki ini ke Amerika Serikat
untuk dianalisa lebih lanjut,” kata Josh Gates,
pembawa acara serial tersebut kepada Deutsche
Presse-Agentur di Kathmandu.
Salah satu tapak yang diperlihatkan Gates terdiri
dari satu kaki utuh yang besarnya hampir dua kali
ukuran tapak kaki manusia. Para penjelajah itu
mengatakan mahluk tersebut tingginya bisa
sampai 2,4 meter.
Menurut Gates, tapak kaki itu ditemukan di suatu
daerah terpencil yang tidak ditinggali manusia
yang jaraknya tiga hari berjalan kaki dari Lukla,
daerah yang jauhnya sekitar 250 kilometer arah
barat laut dari ibu kota Nepal, Kathmandu. Banyak
orang Nepal Himalaya dan Tibet percaya bahwa
makhluk itu ada, meskipun bukti pastinya masih
belum terungkap.
Bukti-bukti yang pernah diajukan seperti
tengkorak dan pecahan tulang sudah ditolak para
ahli yang menyebut tulang itu adalah tulang
hewan. “Ada banyak orang yang Himalaya yang
punya pengalaman sejati, dan saya tidak tahu
bagaimana caranya agar kami bisa memasukkan
semua saksi mata,” kata Gates.
Bagi Gates dan timnya, penemuan itu merupakan
suatu yang tidak terduga, setelah mereka
berkeliling ke puluhan negara demi mencari
mahluk-mahluk sejenis Yeti. “Berbicara dengan
penduduk setempat tentang penampakan yang
mereka lihat dan menemukan sepotong bukti,
meskipun bukan bukti nyata yang menyakinkan,
adalah hal yang menggairahkan,” kata Gates.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar